Analisis SWOT dan Kompetitor Di Era Digital – Tahun 2020

Menganalisis kompetitor merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan ketika Anda memiliki bisnis, baik bisnis kecil maupun skala enterprise. Dalam membuat proposal bisnis juga kerap kali Anda harus memasukan analisis SWOT sebagai bahan pertimbangan bagi investor. Salah satu unsur analisis SWOT adalah analisis aspek eksternal, yaitu opportunity dan threat. Khusus bagian threat, Anda pasti, mau tidak mau harus mencari siapa saja kompetitor Anda.

Konsep SWOT memang gampang, tapi apakah Anda sudah membuat analisis SWOT dengan baik di era digital ini? Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman sekaligus mengajak Anda untuk kembali ke konsep analisis SWOT untuk perencanaan bisnis di era digital ini. Karena di masa epidemi ini juga lagi gemar berbagi informasi dan bahasan seputar digital marketing. Yuk, langsung kita mulai saja!

Apa itu Analisis SWOT?

Sumber: marketingonline.id

Analisis SWOT adalah teknik analisis yang menggunakan aspek strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang) dan threat (ancaman) dalam melakukan penilaian. Biasanya analisis SWOT ini digunakan sebagai analisis gambaran yang harus ada di setiap proposal bisnis atau program kerja dan kampanye kegiatan marketing.

Anda dapat menggunakan Analisis SWOT untuk memaksimalkan apa yang Anda miliki, untuk keuntungan terbaik bisnis Anda. Dan memiliki analisis SWOT ini dapat mengurangi kemungkinan gagal usaha Anda dengan terlebih dahulu memahami apa yang kurang, dan menghilangkan bahaya atau ancaman yang tidak Anda sadari.

Dengan mengetahui kondisi internal dan eksternal, Anda dapat mulai membuat strategi yang membedakan Anda dari pesaing Anda, dan bersaing dengan sukses di pasar Anda.

Bagaimana Melakukan Analisis SWOT Di Era Digital?

Tentu saja penerapannya tidak begitu jauh berbeda, namun skala berpikir Anda dituntut untuk berkompetisi dan melakukan analisis dengan skala yang lebih besar di ruang lingkup digital. Cara melakukan analisis SWOT ini, agar mudah dipahami, Anda harus mengkategorikan aspek eksternal dan internal terlebih dahulu. Analisis SWOT biasanya mengasumsikan bahwa kekuatan dan kelemahan seringkali terkait secara internal, sementara peluang dan ancaman umumnya merupakan fokus di lingkungan eksternal.

Strength (Kekuatan)

Kekuatan adalah hal-hal yang menjadi identitas, nilai yang ada di dalam tim, organisasi dan bisnis Anda dan dilakukan dengan sangat baik. Kekuatan Anda ini dapat dijadikan USP (unique selling proposition) dan membuat Anda unggul dalam industri. Kekuatan Anda merupakan bagian integral dari organisasi Anda, jadi pikirkan faktor apa saja yang membuat bisnis Anda   “menarik”. Apa yang bisnis Anda lakukan lebih baik daripada bisnis sejenis? Nilai apa yang mendorong bisnis Anda?

Contohnya: Satu-satunya distributor yang memiliki tim marketing, tim desain grafis dan customer service yang sigap melayani selama 10 tahun.  Atau satu-satunya distributor yang memberikan nilai lebih kepada reseller dan dropshippernya blueprint cara berjualan dan katalog lengkap.

Weakness (Kelemahan)

Analisis SWOT, khususnya analisis kelemahan haruslah dilakukan secara jujur dan realistis. Memang, berbicara kelemahan bukan hal yang menyenangkan, tetapi analisis SWOT hanya akan berguna jika Anda mengumpulkan semua informasi yang Anda butuhkan. Kelemahan, seperti kekuatan, adalah fitur yang melekat pada situasi internal Anda, jadi fokuslah pada orang-orang, sumber daya, sistem bisnis Anda. Pikirkan tentang apa yang bisa Anda tingkatkan, dan jenis praktik yang harus Anda hindari.

Contohnya: Angka turnover staf masih tinggi, khususnya staf tenaga ahli. Menyebabkan kualitas staf masih belum merata.

Opportunity (Peluang)

Peluang biasanya muncul dari situasi di luar bisnis Anda, dan membutuhkan perhatian terhadap apa yang mungkin terjadi di masa depan. Peluang mungkin muncul sebagai perkembangan di pasar yang Anda layani, atau dalam teknologi yang Anda gunakan. Mampu melihat dan memanfaatkan peluang dapat membuat perbedaan besar pada kemampuan organisasi Anda untuk bersaing dan memimpin pasar.

Contohnya: Saat Covid-19 ini banyak orang yang ingin berbisnis online dengan menjadi reseller dan dropshipper. Anda dapat meluncurkan kampanye marketing untuk mengajak banyak orang berjualan produk Anda sebagai reseller atau dropshipper.

Threat (Ancaman)

Ancaman mencakup segala kondisi eksternal di luar bisnis Anda yang dapat berdampak negatif terhadap bisnis Anda. Sangat penting untuk mengantisipasi ancaman dan mengambil tindakan untuk menghadapi ancaman tersebut dikemudian hari. Contoh ancaman dapat berupa masalah vendor hingga perubahan regulasi pemerintah. Kompetitor juga merupakan ancaman yang seharusnya Anda analisis. Sudah sejauh mana teknologi mereka, bagaimana cara kampanye mereka dan lain-lainnya.

Analisis Kompetitor Tidak Langsung di Era Komunikasi

Seringkali saat pertama kali membangun bisnis online, banyak orang yang cukup lalai dengan analisis SWOT awal hingga cara menganalisis kompetitor. Opini ini saya lontarkan karena kerap beberapa teman saya meminta bantuan membuat strategi SEO dan menyatakan secara jelas bahwa ABC adalah kompetitornya. Yang sering kali saya dapatkan adalah fakta bahwa ABC sama sekali bukan kompetitor usaha teman saya di dunia digital.

Memang benar bahwa ABC menjual semua produk sejenis yang ditawarkan oleh bisnis teman saya dan kemungkinan besar mereka memiliki distributor yang sama. Namun, untuk di dunia maya, sebenarnya ABC itu bahkan tidak perlu dijadikan saingan karena semua aktivitas digital marketingnya masih sangat baru dan dasar sekali.

Beberapa praktisi digital marketing atau mungkin ahli SEO tahu bahwa dalam berbisnis di era digital ini yang paling dasar seperti mendefinisikan target market, mendefinisikan niche market, hingga proses analisis keyword itu sangat penting untuk dilakukan karena kebiasaan orang-orang saat ini sudah lebih mengandalkan gadget mereka dan mesin pencari seperti Google di dalamnya.

Untuk contoh, misalkan saya menjual produk shampoo brand saya sendiri, lalu saya coba memasarkannya online. Saya membuat website dan akun sosial media sebagai permulaan. Siapa kompetitor saya? Apakah semua brand shampoo yang di Indonesia?

Seringkali jawabannya tidak. Saingan saya adalah platform e-commerce seperti Tokopedia yang memiliki SEO cukup baik, Shopee, BukaLapak atau mungkin juga comparative website seperti IPrice, hingga website yang dibuat untuk afiliasi. Mengapa mereka? Karena mereka menargetkan keyword yang sama yang digunakan target market saya dalam mencari produk yang saya ingin mereka beli.

Analisis kompetitor ini berguna untuk membaca apa strategi digital mereka, khususnya dalam membuat konten. Selain itu sebenarnya di era digital ini Anda dapat menjadikan kompetitor tidak langsung sebagai partner kerjasama dalam memasarkan bisnis Anda lebih baik lagi.

Ditulis eksklusif untuk ramitan.com oleh Yoan Letsoin http://marketingonline.id/

Komentar disini